Sejarah dan Fakta Seputar Candi Tikus

Sejarah dan Fakta Seputar Candi Tikus

Sejarah dan Fakta Seputar Candi Tikus – Mungkin bagi sebagian banyak orang sudah banyak yang mengetahui Candi Tikus. Namun banyak juga orang yang belum mengetahui tentang sejarah dan fakta-fakta yang ada pada Candi Tikus ini. Candi yang terletak di Trowulan, Mojokerto. Candi ini mempunyai sejarah serta bangunan yang unik loh? Salah satunya asal muasal dari nama candi ini yang nyatanya dahulunya ialah sarang tikus.

Artikel ini di dukung oleh : https://juarampo.co/

Candi Tikus ialah candi aset dari Kerajaan Majapahit. Candi terletak di dukuh Dinuk, Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Bangunan pada candi ini konon ialah tempat petirtaan yang terletak di lingkungan pusat Majapahit. Masyarakat memberikan nama ini karena pada saat menemukan situs ini yang menjadi sarang bagi tikus. Maka dari itu masyarakat memberikan nama dengan Candi Tikus.

Bila melihatnya dari bahan dasarnya, pembangunan pada candi dengan 2 tahapan. Ada pula bahan bawah pada candi ini merupakan memakai batu merah besar serta batu merah kecil.

Sedangkan itu, sesi awal pembangunan pada candi ini masih sangat simpel serta kaku. Setelah itu, kenaikan pembangunan terjalin pada pembangunan sesi kedua.

Sejarah Candi Tikus

Pembangunan Candi Tikus sekitar pada abad ke- 13 serta abad ke- 14. Keberadaan candi ini berhubungan dengan penjelasan pada kitab Nagarakertagama yang ditulis oleh Mpu Prapanca. Yang mana pada masa kerajaan Majapahit ada tempat pemandian buat raja serta untuk upacara tertenu.

Arsitektur pada candi Tikus melambangkan kesucian dari Gunung Mahameru yang jadi tempat bersemayam para dewa. Tidak hanya itu, di bagian tengah candi ada 4 miniatur candi kecil yang masih melambangkan Gunung Mahameru.

Baca juga informasi dan artikel menarik lainnya di : themichigancatholic

Pelambangan ini karena gunung Mahameru bagi keyakinan Hindu ialah tempat sumber air Tirta Amerta ataupun air kehidupan. Masyarakat mempercayai bahwa air ini mempunyai kekuatan magis bisa membagikan kesejahteraan. Tidak hanya itu, air yang terdapat di candi ini diprediksi berasal dari Gunung Mahameru.

Pada tahun 1914, atas perintah Bupati, Web candi ini serta banyak menemukan tikus pada dekat penggalian. Perihal inilah yang setelah itu membuat candi ini menggunakan istilah Candi Tikus. Pada tahun 1985- 1989, baru melakukan pemugaran pada Candi Tikus. Pemugaran ini berlangsung secara bertahap pada masa kemerdekaan. Pemugaran berlangsung dengan hati- hati supaya tidak melenyapkan wujud asli bangunan ini.

Guna Candi Tikus

Sesungguhnya tidak terdapat yang ketahui tentu buat apa Candi ini didirikan. Tetapi, bila meruntut pada sejarah, hingga bisa menarik kesimpulan kalau candi ini ialah suatu kolam pemandian raja. Tidak hanya itu, candi ini berguna pula buat ritual- ritual upacara berarti kerajaan.

Konon pula, bangunan inilah yang jadi pengatur debit air Majapahit pada masa itu. Makanya, banyak para sejarah yang meragukan web ini ialah suatu candi yang identik selaku tempat pemujaan. Perihal ini guna dari bangunan ini yang tidak cocok dengan mayoritas guna candi.

Relief Candi Tikus

Candi tikus mempunyai relief bunga padma ataupun kuncup. Bunga ini ini sejenis teratai yang kerap terdapat pada air sehingga sesuai dengan candi ini yang ialah bangunan pentirtaan.

Terdapat pula relief mekar yang diikuti benang sari pada bagian kiri serta kanan serta kepala makara. Kepala makara ini dipercaya bisa melindungi candi ini.

Fakta Candi Tikus

Candi Tikus mempunyai beberapa kenyataan yang belum banyak mengetahuinya. Apa saja kenyataan itu, simak ulasannya berikut ini :

1. Simbol Gunung Mahameru

Menuri Bernet Kempers, Candi ini ialah simbol dari Gunung Mahameru. Perihal ini karena konsep yang melatar belakangi pembangunan pada candi ini. Candi ini mempunyai model bangunan yang makin ke atas hingga terus menjadi mengecil.

Tidak hanya itu, pada bangunan induknya ada 8 puncak yang lebih kecil. Perihal inilah yang setelah itu bagi Berner mempunyai kesamaan dengan wujud utuh dari Gunung Mahameru.

Sedangkan itu, secara mitologi Gunung Mahameru sering disandingkan dengan air kehidupan. Yang mana warga kalau perihal tersebut mempunyai kekuatan magis yang bisa menghidupi segala makhluk hidu.

Keyakinan hendak perihal ini telah terdapat pada konsep Hindu Buddha yang setelah itu terwujudkan dalam wujud candi. Salah satunya ialah candi Tikus yang mempunyai konsep bangunan pentirtaan.

2. Wujud Unik

Semacam yang telah dijelaskan kalau arsitektur pada candi ini terkategori unik. Candi ini terletak pada tengah kolam serta mempunyai sebagian pancuran air pada tiap bilik kolam. Tidak hanya itu, pasa candi pula ada sebagian tower.

Bila terlihat dari wujudnya, pasti candi ini berbeda dari candi lain yang terdapat di Indonesia. Hingga dari itu, para pakar sejarah masih terus mempelajari apakah web ini tercantum ke dalam candi. Perihal ini karena guna bangunan ini yang tidak cocok dengan guna candi pada biasanya.

3. Mitos Tikus

Nama Candi ini warnanya mempunyai sejarah tertentu. Candi ini dinamakan dengan Candi Tikus sebab pada dikala penggalian ditemui sarang tikus pada reruntuhan web ini. Dari penggalian inilah mendesak timbulnya sebagian mitos serta cerita terpaut tikus tersebut.

Salah satu mitosnya merupakan yang RAA Kromojoyo alami ialah Bupati Mojokerto pada saat itu. Sehabis mendengar keluhan masyarakat menimpa tikus yang menggangu petani, dia langsung memerintahkan aparat desa buat melanda serta membasmi tikus tersebut.

Tetapi, saat mencoba pengejaran, tikus itu hendak lari serta masuk ke dalam gundukan besar. Karena, rasa mau membasmi tersebut, hingga dirinya memerintahkan buat memecahkan gundukan tersebut. Nyatanya, di dalam gundukan tersebut terdapat suatu candi.